Tampilkan postingan dengan label Sharing Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing Quote. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 September 2016

Kamis, 08 September 2016

Jujurlah, Maka Allah Membenarkannya

Standard

Setelah itu, kaum muslimin beristirahat sebentar, mereka kemudian melanjutkan lagi penyerbuan terhadap musuh.

DIRIWAYATKAN oleh Abdurrazzaq dengan sanad shahih, An-Nasai dan lain-lain, dari Syaddad bin Al-Had bahwa ada seorang laki-laki Arab Badui datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beriman kepada apa yang dibawa oleh nabi dan mengikuti beliau.

Badui tersebut berkata kepada nabi, “Aku akan berhijrah bersamamu,” Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat memberikan nasihat agama kepadanya. Pada Perang Khaibar, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam membagikan ghanimah kepada kaum muslimin.

Nabi memberikan bagian kepada para sahabat yang membuat mereka bergembira, akan tetapi ketika pembagian sampai kepada si Badui, tiba-tiba dia menolaknya sembari berkata, “Apa ini?” Para sahabat menjawab, “Ini adalah bagian ghanimah untukmu yang berasal dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.”

Mendapatkan jawaban para sahabat, si Badui terpaksa mengambil bagian ghanimah itu tetapi kemudian dia menghadap Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sesampai di hadapan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, si Badui bertanya, “Harta apakah ini?”

“Ini adalah bagian ghanimah yang aku bagi untukmu.” jawab Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Kembali orang Badui itu berkata, “Bukan karena perkara ini aku mengikutimu, akan tetapi aku mengikutimu karena aku ingin agar suatu saat nanti aku terkena lemparan panah di sini –sambil menunjuk ke lehernya– sehingga aku terbunuh dan masuk jannah karenanya.”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau jujur kepada Allah, maka Allah akan membenarkanmu.”

Setelah itu, kaum muslimin beristirahat sebentar, mereka kemudian melanjutkan lagi penyerbuan terhadap musuh. Di tengah berkecamuknya peperangan, si Badui dibawa menghadap Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan keadaan terkena panah di tempat yang sesuai dengan yang dia tunjukkan sebelumnya.

Melihat itu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah dia orang yang kemarin?” Para sahabat menjawab, “Benar,” Nabi bersabda, “Dia telah berbuat shiddiq kepada Allah , maka Allah berbuat shiddiq kepadanya.”

Selanjutnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengkafaninya dengan baju besi milik Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau mendoakannya dan di antara doa beliau adalah,

“Ya Allah, ini adalah hamba-Mu, dia keluar untuk behijrah di jalan-Mu dan terbunuh sebagai syahid. Dan aku bersaksi atas perkara itu.”[]

Sumber: kisahmuslim.com

Success Now or Never!

Standard

The success is today not Tomorrow, because tomorrow is the big secret to come, how about, if tomorrow never come? N u r not succeed, you'll be regret!who know about the future,  we just make a plan and do our best,  but the result is not our domain side.
Every time we have,  can be a chance to succeed, that's all defend on our effort, hard work, and struggle in every single second.
Wallahualam Bisshowab

Rabu, 31 Agustus 2016

Menolak Berhenti Untuk Yang Kuyakini

Standard

Ada beberapa hal yang aku sadari dalam sepanjang hidupku adalah,  aku bukan orang yang paling hebat, paling kuat,  dan paling cepat dalam semua hal,  malah cenderung aku orang tang agak "lelet" dalam banyak hal.
Namun aku menolak untuk berhenti melakukan apa yg aku yakini akan berhasil,  walaupun sesulit apapun cara yang dilakukan,  sejauh apapun jalan yang ditempuh untuk mewujudkan apa yang aku yakini iti menjadi tidak masalah,  makanya sehebat apapun yang menyertai aku,  mungkin tidak akan bertahan jika keyakinan tidak kuat dan kesabaran tidak terbentang.

Selasa, 30 Agustus 2016

Selalu Ada Sukses

Standard

Selalu ada jalan ketika kita memiliki kemauan,  dan masalah kemauan itu masalah fokus pada apa yg kita tuju dan proses yang harus ditempuh,  maka pasti jalan akan terbentang.
Selalu ada keberhasilan untuk ikhtiar yang dilakukan terus dan terus. Dengan cara yang terbaik,  dengan semangat yang menggelora,  pastia keberhasilan akan diraih.
Dan selalu ada prestasi selama semua usaha dan upaya dikerahkan dan sabar untuk semua rintangan,  tetap disiplin menjalankan semua cara yang diyakini. Maka bukan hanya sukses dan berhasil tapi prestasi sudah ditangan.
Wallahualam Bishowwab.

Senin, 29 Agustus 2016

Dunia ini Berdurasi

Standard

Mau sesenang apapun didunia ini,  kita akan pasti mati.
Mau sehebat apapun didunia ini,  kita akan pasti mati.
Mau kaya atau miskin, kita semua pasti mati.
Menderita dan bahagia menjadi relatif ketika bertemu dengan kematian.
Bahagia sejatinya itu ingat kalau kita pasti mati.
Tidak ada akal yang sehat kecuali telah mengingat kematian.
Tidak ada penyesalan yang paling menyakitkan ketika telah mati.
Meyakini hidup ini pasti mati dan kembali pada Allah,  itulah mengingat mati yang menghidupkan hati.
Wallahu'lam Bishowwab

Sabtu, 27 Agustus 2016

3 Panggilan Hidup

Standard

Manusia sering terbuai dan terlena dengan berbagai macam urusan yang menyibukkan sehingga butuh panggilan-panggilan untuk tetap pada tujuan hidupnya sebagai Hamba Allah.  Dan tetap fokus pada mentauhidkan Allah swt
Maka panggilan-panggilan inilah yang bisa menjadi kebutuhan manusia menuju akhir hidupnya yang tidak akan tahu kapan akhirnya, maka sejatinya dan logislah panggilan-panggilan ini menjadi perhatian kita disetiap waktu.
Wallahu'alam bissowwab.

Jumat, 26 Agustus 2016

Tidak Penting Seperti Apa Awalnya

Standard

Janganlah lemah karena masa lalu, karena hidup ini hanya permainan dan senda gurau,  maka yang pada akhirnya baiklah pemenangnya dan yang berakhir buruk akan selalu dibawah penyesalan hingga kehidupan berikutnya dialam berikutnya.
Jangan mudah terkecoh dengan masa lalu atau seperti apa kita diawalnya dahulu, betapa buruknya masa lalu dan betapa jahatnya kita dimasa lalu,  karena semua itu tidak penting sama sekali untuk kita risaukan.

Rabu, 24 Agustus 2016

Hidup Berbekal Keyakinan Berhasil

Standard

Tidak ada bedanya kita yakin berhasil atau tidak,  semuanya juga akan terjadi.  Itulah keajaiban suatu keyakinan,  ketika kita yakin akan berhasil maka itulah yang terjadi,  dan ketika kita yakin sebaliknya,  yakni gagal,  maka anda benar.  Itupun yang akan terjadi.  Jadi silahkan pilih keyakinan itu.
Karena hidup ini awalnya keyakinan,  cepat atau lambat kita akan sampai pada keyakinan kita.  Dan jika hidup ini diawali dengan apatis dan tidak meyakini tapi meragukan,  maka kita akan lelah dan butuh banyak energi untuk mencapai suatu tujuan, kita akan berputar-putar entah kemana karena tidak yakin ini membuat tujuan berkabut. Wallahu'lam bissowab

Minggu, 10 Juli 2016

Apa Susahnya Menulis?

Standard

By. Ridho Hudayana

Tentu yang membedakan masa sejarah dan pra sejarah adalah ketika ditemukannya tulisan (RH 2016)



Menulis bukan masalah suka dan tidak suka, bisa atau tidak bisa, mungkin atau tidak mungkin, tapi masalah terbesar adalah tidak mau dan malas untuk menulis, semuanya sudah ada dalam diri kita, dan setiap keininan pasti ada jalan untuk mewujudkannya, cepat atau lambat kita lalui jalan itu, tentunya begitu pula dalam menulis dan dalam tulisan yang masih jauh dari sempurna ini, semoga bisa menambah amal bagi pembaca untuk mengoreksi dan meperbaiki tulisan yang ditulis dalam waktu 30 menit ini.

Syukuri Potensi Kita

Ada beberapa hal yang menurut saya mustahil orang masih bisa bilang menulis itu sulit di zaman yang telah menemukan tulisan saat ini, dan ditunjang berbagai hal, jadi sebenarnya apa alasan untuk susah untuk menulis?

Pertama, Kita hidup di zaman yang semuanya serba cepat, dan serba instan, dan serba canggih. Tentu disertai dengan teknologi computer dan perangkat lunaknya yang memungkinkan kita untuk menggunakannya untuk menulis

Kedua, hampir dari kita tidak ada yang tidak memiliki smartphone yang terhubung dengan internet, khususnya yang membaca tulisan ini, maka disetiap  detik kita akan bisa menemukan berbagai macam tulisan dengan berbagai macam tema dan berbagai sumber, dari yang bisa dipertanggung jawabkan sampai yang isinya hoax alias dusta.

Ketiga, dalam satu detik dalam pikiran kita ada banyak hal yang bisa kita pikirkan sekaligus, kenapa tidak kita rubah pikiran itu menjadi tulisan, sebagai pengantar untuk membiasakan kita untuk menuliskannya, kalaulah isi pikiran kita adalah masalah, ya tulisakan saja, bisa jadi catatain harian kita, ya bisa jadi dengan menuliskannya separuh dari masalah hidup kita  bisa kita lihat dimana masalahnya dan solusinya sekaligus, cobalah menulis.

Keempat, seperti yang penulis lakukan saat ini, dengan memanfaatkan waktu dan memberanikan diri untuk menulis sebisanya dan semudah-mudahnya, karena ada fasilitas yang bisa digunakan menulis dan mau menyenggangkan waktu yang 24 jam ini untuk menulis, ya sekitar 30 menit saja.



Hambatan Selalu Ada

Namun juga ada beberapa hambatan yang membuat kita juga tidak menulis dengan semua potensi yang kita miliki diatas, dan hambatan itu bisa menghapuskan semua potensi untuk kita menulis, sehingga kita bisa menjadi makhluk prasejarah di kehidupan sejarah manusia saat ini.

Pertama, rasa tidak memiliki kemampuan untuk menulis, hambatan ini biasanya kita temukan, kalau konteksnya adalah rendah hati tapi tetap menulis ya tidak ada masalah, tapi masalahnya merasa tidak bisa menulis itu konteksnnya tidak pernah menulis, ini yang membunuh semua potensi yang kita miliki untuk menulis

Kedua, rasa takut salah, ya tidak ada manusia yang tidak salah, semuanya pasti melakukan kesalahan, dan hanya orang yang  mau sukses saja yang bisa belajar dari kesalahan dan memperbaikinya, dalam konteks menulis juga begitu, jangan pernah ada rasa takut salah dalam menulis, tulis saja apa yang bisa kita tulis dengan percaya diri, kalau tidak di publish ya, disimpan saja baik-baik. Siapa tahu nantinya bermanfaat juga untuk orang lain yang membacanya.

Ketiga, merasa tidak punya ide menulis, seperti yang sedikit kita singgung tadi tentang 1 detik pikiran kita ada banyak hal yang bisa kita pikirkan, kenapa tidak kita rubah dalam bentuk tulisan, walau singkat atau sedikit, nanti juga akan berkembang dengan sendirinya.

Keempat, rasa malas menulis, ya inilah penyebab yang sangat akut jika dibiarkan terus menerus, mala situ biasanya disertai dengan argument, saya tidak punya waktu menulis, saya sangat sibuk dengan pekerjaan, padahal masih ada waktu dalam hari-hari kita untuk termenung, menonton TV, baca status orang lain di medsos dll. Cobalah luangkan waktu barang 30 menit untuk menulis, seperti yang penulis coba saat ini.

Masih Susah ya Menulis?

Tentu tulisan ini banyak kesalahan, namun dengan koreksi dari pembaca lah penulis akan mencoba memperbaiki tulisan ini, dan juga tentunya dengan semakin giatnya penulis untuk menuliskan apa yang ada dipikiran penulislah,  yang membuat tulisan semakin baik lagi

Jadi apa yang membuat kita susah menulis?

Sabtu, 19 Maret 2016

Ini Tentang Jodoh

Standard

Secara tidak kita sadari.. semua yg biasa kita jumpai.. boleh jadi itu jodoh kita.. cobalah sedikit tenang dan merasakan apa yg kerap kali kita rasakan dalam keseharian kita..
Dalam bekerja misalnya, di dalam perjalanan, didalam belajar, diskusi, interaksi sosial bersama keluarga dan tetangga.. sadari bisa jadi mereka memang jodoh kita yg menjadi cerminan hidup kita..

Sabtu, 24 Oktober 2015

Syukuri, Pasti Jadi Kaya

Standard

Alhamdulillah, harusnyalah hidup di dunia ini, tidak ada yg layak mengaku miskin, ditengah banyak nikmat yang semua manusia dan hewan bahkan tumbuhan menikmatinya di dunia ini, yaitu air, udara dan sinar matahari yang diberikan gratis kesemua makhluk-Nya.
Namun apa lacur, jangankan untuk mensyukurinya, tidak sedikit yang selalu merasa dan mengaku miskin dan hina serta tidak dapat melihat kenikmatan -kenikmatan itu.
Jika kita mampu menikmati apa yang ada dan yang kita konsumsi untuk kehidupan ini, sungguh berapapun dan seperti apapun hidup kita hari ini, pastilah kita ini orang kaya raya. Wallahu'lam bisshowab

Selalu lah Bersama Dirimu

Standard

Dalam hidup ini banyak hal yang mungkin akan kita takuti, namun sejatinya takut itu berasal dari diri sendiri yang mungkin kurang yakin dengan kemampuan diri sendiri
Dan tidak  jarang menjadi mudah menyerah. Maka, sebenarnya hal yang perlu ditakuti adalah ketika diri ini berpisah dengan diri sendiri.

Senin, 10 Agustus 2015

Sabtu, 08 Agustus 2015

Kamis, 28 Mei 2015